Bahagia dalam Cita & Cinta :)


Pagi & rintik. Masih terbayang cerita sahabat-sahabat semasa duduk di bangku sekolah, yang baru saja melepas masa lajangnya. Dan kesan yang didapat dari semua? Bahagia :)

Rasanya tak hanya milik mereka. Bahagia pun senantiasa ada di antara kami, kita, dan banyak pasangan lain di luar sana yang dianugerahi pelengkap hidup oleh Allah, agar saling menjaga, saling menguatkan, saling meneduhkan, saling menenangkan, saling memberi dukungan, saling berlomba membaikkan dalam kebaikan..

Percayalah, bahagia tak hanya hadir melintas dalam euforia senyum & tawa; bukan hanya milik pasangan pengantin baru semata. Bahagia justru kadang terasa dalam manakala kita duduk bercengkrama tenang saat temaram pergantian malam, bertukar cerita, saling menyimak & memahami apa yang ingin & tidak diinginkan, atau bahkan sekedar saling mendengar isak haru. Entahlah. Rasanya tak adil jika ia hanya disandingkan dengan senyum & tawa. Sementara dalam perjalanannya, bahagia mewujud sebagai sebuah titik pendewasaan diri, saat pelajaran hidup & hikmah berjajar & menanti dituai.. Hei, jika demikian; bahkan bahagia tak harus menunggu saat dimana Allah hadirkan kasih sayangNya dalam wujud pasangan hidup!

***

Tak perlu risau dengan air mata yang sesekali (tanpa disengaja) melintasi pandanganmu. Aku menyengaja meminta padaNya agar lebih mudah mencerna & pahami bahwa tiada daya dan upaya melainkan atas izin & kehendakNya, hingga tak lantas keras hati, tak lantas angkuh menatap hari.

Tak perlu risau dengan apa-apa yang ada atau belum ditampakkanNya dalam kehidupan. Selagi bersama denganmu, apapun yang ia beri dan tunda dalam waktu yang bersamaan seyogyanya sekedar ingatkan untuk tetap saling menguatkan, terpacu saling membangun & membaikkan, tanpa terpaku pada penilaian-relatif milik kehidupan dunia.

Tak perlu risau dengan waktu yang sesekali terpisahkan jarak. Bukankah Allah yang tetapkan agar saling melengkapi, melipatgandakan peranan pun kebaikan? Meski belum sebanyak yang Ia mau, semoga tetap seada yang kita mampu..

Maafkan cemburu yang dirasa berlebih & tak perlu, sikap yang seolah tampak enggan menurut, keluh & gerutu meski tak sempat terlontarkan dari mulut, senyum yang tak terjaga untuk tetap tampak dari raut, berikut segala apa yang tak patut.

Ah, ya. Kita tak sekedar kisah nostalgia, tapi juga cerita atas tiap langkah, upaya & pengharapan berharga hingga perjalanan hidup berikutnya. Berproses seterusnya. Inilah kita di tengah hidup yang penuh cita & cinta; yang dalam satu waktu bersamaan menjadikan saling terpaut sekaligus saling menguatkan untuk berdiri & melangkah tanpa bergantung pada sesama makhluk.

Selamat tanggal dua puluh dua ♡
Terimakasih atas fase-fase belajar yang luar biasa..

reishafatoni™
The White House
February 22nd, 2013
06.38 am

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s