Selamat Menempuh Hidup Baru!


Pernikahan acap kali diibaratkan sebagai sebuah gerbang menuju perjalanan kehidupan yang baru. Setiap mendengar kata ‘pernikahan’, akan ada banyak ucapan ‘selamat’ yang dirangkaikan dengan kata-kata lainnya: ‘menempuh hidup baru’. Hmm, -jujur saja- ucapan ini sedikit membuat saya tergelitik ;)

Benar. Pernikahan merupakan titik awal bersatunya sepasang makhluk -laki-laki & perempuan- untuk menghadapi hari-hari di depan secara bersama-sama; membangun cikal bakal peradaban baru dari institusi sosial kecil yang bernama ‘keluarga’. Ada hak & tanggung jawab yang kemudian diembankan kepada masing-masing pemeran, baik sebagai istri/suami maupun sebagai orang tua yang menjadi teladan & panutan dari anak-cucu yang kelak hadir di tengah keluarga.

Di usia pernikahan yang sudah menginjak hari ke-80 -alhamdulillaah-, saya justru berpikir bahwa pernikahan tidak persis seperti apa yang disebut orang sebagai ‘hidup baru’. Memang ada beberapa hal baru yang datang & dialami dengan-hanya-bersama-pasangan. Tinggal berdua, terpisah dari orang tua & keluarga; berdiskusi & mencari solusi dari problematika hidup berdua; sampai mengisi waktu senggang dengan berduaan :D

Namun akhirnya, saya mengambil kesimpulan lain. Pernikahan bukan hidup baru. Ia hanya fase baru dalam kehidupan yang melengkapi fase-fase terdahulu sebelum bersama-sama dengan pasangan. Dengan kata lain, kehidupan sebelum & setelah pernikahan bukanlah kehidupan yang berbeda, melainkan berada dalam kesatuan alur yang akan terus berlangsung sepanjang hidup. Jadi, ketika seseorang memutuskan untuk menikahi pasangannya, ia tidak hanya berkomitmen dengan apa & siapa calon pasangan yang hendak dinikahinya. Tapi juga apa & siapa saja yang pernah, sedang dan mungkin akan datang dan terjadi pada diri pasangannya. Entah itu keluarga, sahabat, rekan, karir, dsb. Dalam hal ini, tidak ada kehidupan lalu yang ditinggalkan. Karena pernikahan hanya berfungsi sebagai subjek pengikat antarpasangan untuk bisa saling menguatkan dalam menghadapi lika-liku kehidupan melalui kebersamaan.

Tidak ada ‘hidup baru’ atau ‘hidup lama’. Untuk itu, bagi yang sudah, sedang berencana, atau masih mempertimbangkan untuk menikah; saya mengucapkan, “Selamat melengkapi hidup dengan fase kehidupan yang baru!” :)

reishafatoni™
KP5.C-IV.BJ-03
January 10th, 2012
03.02 pm

Posted with WordPress for BlackBerry.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s